Harnas
Sejarah Hari UMKM Nasional

Sejarah Hari UMKM Nasional

Sejarah Hari UMKM Nasional bermula dari adanya Kongres Nasional UMKM dan Temu Nasional Pendamping ke-2 (TNP 2) pada tanggal 25-26 Mei 2016 yang dihadiri ratusan pendamping koperasi dan UMKM dari seluruh Indonesia. TNP merupakan forum pertemuan pendamping UMKM lintas wilayah dan lintas komunitas yang diinisiasi bersama untuk mesinergikan gerak pendampingan di Indonesia. TNP-1 diselenggarakan pada tahun 2013 di Tasikmalaya Jawa Barat.

Forum ini dihadiri multistakeholders dari berbagai wilayah, yang dibuka oleh Menteri Koperasi UKM yang diwakili oleh Deputi Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM RI waktu itu, Ir. Yuana Sutyowati, MM dan juga dihadiri Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Pakualam X serta pembicara tamu Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo. Pihak lain yang juga hadir dari Telkom, Jamkrindo, BRI, BNI, dan banyak lembaga lain.

Pada TNP-2 dan Kongres UMKM yang berlokasi di Hotel Sahid Yogyakarta tersebut disepakati Piagam Yogyakarta yang terdiri 7 butir komitmen pelaku, pendamping, dan stakeholder UMKM yang disebut sebagai “Sapta Upaya Memperkokoh Pilar-Pilar UMKM untuk Akselerasi Kemandirian Bangsa”

Poin ke empat dari Piagam Yogyakarta tertulis :

“Agar lebih membangun eksistensi dan kinerja UMKM, maka peserta Kongres Nasional UMKM dan Temu Nasional II Pendamping telah mendeklarasikan tanggal 12 Agustus sebagai HARI UMKM, yang akan menjadi focal event berbagai kegiatan pengembangan UMKM nasional secara periodik. Pilihan tanggal ini merupakan penghargaan kepada Bapak Ekonomi Kerakyatan, Bung Hatta, yang lahir pada 12 Agustus 1902”

Poin inilah yang menjadi dasar 12 Agustus sebagai peringatan hari UMKM Nasional. Penetapan dan deklarasi Hari UMKM Nasional juga ditandai dengan penandatangan deklarasi di atas lembaran kain putih oleh 15 deklatator.

Adapun isi dari Deklarasi Hari UMKM Nasional sebagai berikut:

Bahwa Bangsa Indonesia, perlu mewujudkan kedaulatan ekonomi kerakyatan. Dimana rakyat menunjukkan kemandirian bangsa dengan mengelola sumber daya ekonomi melalui koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah.
Bahwa bapak bangsa, Moh. Hatta dilahirkan pada 12 Agustus 1902 sebagai pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Republik Indonesia pertama peletak dasar ekonomi kerakyatan.
Dengan memohon rahmat Allah SWT, Tuhan YME, serta didorong oleh cita cita kedaulatan bangsa, melalui kemandirian ekonomi kerakyatan.
Kami, pelaku dan pendamping UMKM Indonesia, mendeklarasikan Hari kelahiran Moh Hatta, 12 Agustus sebagai Hari UMKM.
Hari UMKM adalah Hari kerja, hari dimana kita meneguhkan semangat kerja, kewirausahaan, semangat kerja membangun kedaulatan bangsa Indonesia, melalui ekonomi kerakyatan

UKM kuat, bangsa berdaulat.

Yogyakarta, 26 Mei 2021

Atas nama peserta Kongres UMKM Nasional dan
Temu Nasional Pendamping 2016

  1. Samsul Hadi
  2. Tika Noorjaya
  3. Cahyadi J. Sukmono
  4. Early Rahmawati
  5. Heru Irianto
  1. Rommy Heryanto
  2. Widya Wicaksana
  3. Sapto T. Poedjanarto
  4. Iwan Setiawan
  5. Teuku Irham
  1. Amir Panzuri
  2. Muhammad Fahmi
  3. Lilis Solehati
  4. Bahrul Ulum Ilham
  5. Siti Nur Maftuhah

Jauh hari sebelum pelaksanaan Temu Nasional Pendamping dan Kongres UMKM ini, tim Steering Commitee yang terdiri para pengurus nasional ABDSI dibawah koordinasi Ketua Umum ABDSI 2014-2019 Samsul Hadi, bergerilya menemui multipihak baik dari pemerintah, BUMN, perbankan, kampus, dan berbagai komunitas sehingga energi terakumulasi dengan optimal untuk penyelenggaraan event ini. Organizing Commitee yang diamanahkan kepada Korwil ABDSI DIY yang dikoordinir oleh Ketua Korwil ABDSI DIY, Rommy Heryanto, juga bekerja keras dan marathon untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk mensukseskan event ini.

Forum yang Beberapa hari sebelum pelaksanaan Kongres UMKM, tepatnya pada 15 Mei 2016, pengurus ABDSI bertandang ke kediaman Ibu Meutia Hatta, yang merupakan putra dari Drs. Muhammad Hatta untuk meminta ijin dan restu menggunakan momentum tanggal lahir beliau sebagai Hari UMKM. Pada kesempatan tersebut Ibu Meutia Hatta memberikan ijin dan menyampaikan dukungannya untuk inisiatif Hari UMKM ini dan juga penyelenggaraan Kongres UMKM di Yogyakarta.

Kunjungan Panitia TNP2 ke Bank Indonesia

Beberapa dokumentasi foto Temu Nasional Pendamping 2 dan Kongres UMKM 25-26 Mei 2016

Perjalanan Peringatan Hari Nasional UMKM

2016

Pada tahun yang sama dengan deklarasi (2016) diselenggarakan peringatan Harnas UMKM perdana yang dipusatkan di Yogyakarta dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan bekerjasama dengan Dinas Koperasi UMKM DIY dan ABDSI Korwil DIY. Pada kesempatan tersebut 12 tokoh mewakili pentahelix membacakan deklarasi Hari UMKM secara bersama-sama yang dipimpin oleh Kepala Dinas Koperasi UKM DIY waktu itu Tri Saktiyana.

Logo Harnas UMKM 2016
12 Tokoh pentahelix membacakan Deklarasi Hari UMKM

2017

Peringatan Harnas UMKM 2017 dipusatkan di Jakarta dengan penyelenggaraan seminar tentang UMKM Naik Kelas berlokasi di Gedung Kementerian Koperasi UKM

Logo Harnas UMKM 2017

2018

Hari Nasional UMKM 2018 dipusatkan di Bukittinggi, Sumatera Barat kota kelahiran Bung Hatta, tepatnya di Istana Bung Hatta yang terletak berhadapan dengan Jam Gadang

Logo Harnas UMKM 2018

2019

Peringatan Hari Nasional 2019 kembali dipusatkan di Yogyakarta berbarengan dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional V ABDSI

Logo Harnas UMKM 2019

2020

Peringatan Harnas UMKM 2020 cukup berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan tahun ini bangsa Indonesia mengalami pandemi yang disebabkan virus Covid-19. Peringatan yang direncanakan akan dipusatkan di Samarinda, diubah konsepnya menjadi full virtual dengan menyelenggarakan live report gebyar harnas UMKM selama 12 jam dengan 3 studio di Jakarta, Yogyakarta, dan Samarinda. Selain itu juga diselenggarakan Simposium Virtual Republik UMKM yang diselenggarakan dari 12 Juli sampai dengan 12 Agustus 2019.

Logo Harnas UMKM 2020
0