CATATAN AWAL TAHUN 2020

Hari pertama di tahun 2020, saya mendoakan siapapun di muka bumi ini senantiasa menjadi manusia-manusia yang lebih baik dalam menebarkan kebaikan.

Tahun ini Indonesia sebagai bangsa yang merdeka memasuki usia tigaperempat abad. Potensi, peluang, harapan, dan tantangan ada di depan mata. Tahun 2020 menurut hasil pengamatan banyak pihak masih akan membutuhkan perjuangan. Kondisi ekonomi global sudah pasti akan mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Bahkan Bank Dunia memprediksi rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 ini hanya menembus angka 4,9, sementara dalam postur APBN terlihat pemerintahan Joko Widodo juga sedang berhsti-hati dan menyadari kondisi ini sehingga memasang target pertumbuhan ekonomi di angka 5,3.

Kita tahu bahwa naik turunnya pertumbuhan ekonomi dipengaruhi dan mempengaruhi kondisi ekonomi di masyarakat, seperti kemampuan konsumsi masyarakat, akses lapangan pekerjaan, dan juga sangat berpengaruh pada konstruksi bisnis dalam skala besar maupun UMKM. Untuk sektor UMKM setahun ke depan masih harus tetap bersemangat sekaligus menambah porsi inovasi agar dapat bertahan dan bertumbuh. Fokus untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai lebih dan sudah pasti dibutuhkan oleh pasar.

Pemerintah juga didorong untuk memfokuskan governance expenditure untuk mengangkat UMKM dan Koperasi, melalui fasilitasi dan program perkuatan yang berorientasi pada produktivitas dan daya saing. ABDSI memiliki pemikiran bahwa memenangkan hati 43,7% konsumen ASEAN yang ada di Indonesia menjadi jauh lebih utama dibanding mendoronh UKM menjadi ekspor. Karena itu kami tetap mendukung dan siap berkolaborasu dalam mendorong upaya akselerasi ekspor produk UKM.

Urusan lain yang juga harus dituntaskan tahun ini adalah upaya menyatukan dan menyederhanakan regulasi (omnibus law), terutama yang terkait dengan pemberdayaan, perlindungan, pendampingan, dan pengembangan UMKM dan Koperasi.

Cahyadi Joko Sukmono